Kamis, 17 November 2016

uji laboratorium batuan dan mineral, teknik pemerconto

UJI LABORATORIUM BATUAN DAN MINERAL


  1. Pendahuluan
Mineral adalah suatu bahan padat yang bersifat anorganik yang terbentuk secara alamiah di dalam maupun di luar bumi. Yang memiliki sifat kimiawi tertentu dan fisik tertentu. Yang mengakibatkan atom-atom yang tersusun di dalam mineral tersusun secara simetris yang mengakibatkan terjadinya suatu pola atau bangun yang simetris. Dengan mempelajari mineral secara mendetail kita bisa mendeskripsi dengan secara akurat dan jika kita dapat mendeskripsi secara akurat maka kita akan mendapatkan keuntungan yang sangat banyak dan kita akan mendapatkan keutungan berupa perhitungan mengenai bahan tambang apa saja yang mungkin akan kita dapatkan.
Dunia ini banyak sekali kebutuhan yang menuntut khusunya di sektor pertambangan untuk terus mengembangkan potensi-potensi alam yang di miliki oleh bumi untuk menutupi kebutuhan-kebutuhan yang berhubungan dengan sektot tambang, di dalam kehidupan ini hampir semua sektor membutuh sektor pertambang karna tanpa kita sadari semua hal yang kita pakai di dalam kebutuhan sendiri-sediri seperti pasta gigi, cat mobil, bahan bakar, kaca bahan bangunan dan masih banyak sekali yang memerlukan sektor ini. Dengan tutuntutan yang semakin banyak di haruskan khususnya para akhli tambang untuk memiliki ke akhlian lebih di bidang kristalisasi, serta mempelajari mengenai mineral secara mendetail. Dan untuk mendapatkan data yang mendetail dan baik maka di perlukan pengujian yang baik dan benar.

B.   Pengujian Laboratorium
Pengujian laboratorium adalah suatu pengujian pada suatu benda atau di sini lebih di tekankan pada mineral batuan, untuk dapat mengetahui suatu keadaan yang ada di dalam batuan atau di dalam mineral sendiri yang tidak dapat di uji dengan menggunkan tanpa alat uji dan dalam pengujian laboratorium maka di bagi menjadi beberapa tingkatan pengujian yaitu terdiri dari :
                                                      Sumber :www.tekmira
Foto 1
  Foto uji konsolidasi

1.    Uji sifat mekanik batuan dan tanah
Pengujuan sifat mekanik batuan dan tanah adalah untuk mengetahui sifat mekanik dari tanah dan batuan dan terbagi menjadi beberapa pengujian laboratorium yang terkait di dalam pengujian sifat mekanik batuan dan tanah  terdiri dari :
·         Laboratorium pengujian sifat fisik batuan dan tanah
Pengujian laboratorium mengenaik sifat fisik batuan dan tanah dapat menguji sifat mekanik batuan yang terkait dalam beberapa jenis pengujian yang di lakukan dalam pengujian yaitu terdiri dari :
Ø  Pengujian kadar air
Pengujian kadar air yang di lakukan adalah suatu pengujia yang di lakukan di laboratorium dan dalam hal ini pengujian ini memiliki peranaan yang sangat banyak seperti di pergunakan di dalam pembuatan desint tambang yang akan di lakukan, dan selain itu juga pengujian kadar air memiliki peranan untuk saat melakukan .pengolahan bahan galian dan di gunakan juga di dalam eksplorasi
      Sumber :www.tekmira
Foto 2
  Foto sifat Fisik Batuan 

Ø  Pengujian berat isi
Pengujian berat isi adalah pengujian yang memiliki fungsi untuk mengetahui berat isi dari batuan. peranaan yang sangat banyak seperti di pergunakan di dalam pembuatan desint tambang yang akan di lakukan, dan selain itu juga pengujian kadar air memiliki peranan untuk saat melakukan .pengolahan bahan galian dan di gunakan juga di dalam eksplorasi
Ø  Berat jenis batuan
Pengujian berat jenis adalah suatu pengujian yang memiliki fungsi untuk mengetahui berat jenis dari suatu batuan atau pun jenis endpan bahan galian yang ada atau yang di perlukan dan dalam hal ini berat jenis batuan sering di gunakan di dalam eksplorasi
Ø  Daya serap air
Pengujian daya serap air adalah suatu pengujian yang memiliki fungsi untuk mengetahui berat isi dari batuan. peranaan yang sangat banyak seperti di pergunakan di dalam pembuatan desint tambang yang akan di lakukan, dan selain itu juga pengujian kadar air memiliki peranan untuk saat melakukan .pengolahan bahan galian




      Sumber :www.tekmira
Foto 3
  Foto kemenerusan air  

·         Laboratorium pengujian sifat mekanik  batuan dan tanah
Pengujian laboratorium mengenaik sifat mekanik  batuan dan tanah dapat menguji sifat mekanik batuan yang terkait dalam beberapa jenis pengujian yang di lakukan dalam pengujian yaitu terdiri dari :
Ø  Pengujian ini menggunakan mesin tekan (compression machine) untuk menekan percontoh batu yang berbentuk silinder, balok atau prisma dari satu arah (uniaxial). Penyebaran tegangan di dalam percontoh batu secara teoritis adalah searah dengan gaya yang dikenakan pada perconto tersebut. Tetapi dalam kenyataan arah tegangan tidak searah dengan gaya yang dikenakan pada percontoh tersebut karena ada pengaruh dari plat penekan mesin tekan yang menghimpit percontoh. Sehingga bentuk pecahan tidak berbentuk bidang pecah yang searah dengan gaya melainkan berbentuk “cone”.Regangan dari perconto batu baik axial (Dl) maupun lateral (DD) selama pengujian berlangsung dapat diukur dengan menggunakan Dial gauge atau electric strain gauge.Dari hasil pengujian kuat tekan, dapat digambarkan kurva antara tegangan dengan regangan (stress berbanding strain) untuk tiap percontoh batu. Kemudian dari kurva ini dapat ditentukan beberapa sifat mekanik batuan berhubungan dengan kuat tekan yaitu :
o        Kuat tekan, merupakan tegangan puncak saat batu perconto pecah.
o        Batas elastik, merupakan batas batuan mencapai elastisitas tertinggi sebelum batuan tersebut pecah dengan pembebanan tertentu.
o        Modulus Young, merupakan perbandingan antara perbedaan tegangan aksial dengan perbedaan regangan aksial yang didapatkan dari kurva tegangan-regangan.
o        Poisson’s Ratio, merupakan perbandingan antara regangan lateral dengan regangan aksial yang dihitung pada 50%
o        tegangan maksimum
.
          Sumber :Laboratorium tambang unisba
Foto 4
  Foto Uji UCS

Ø  Tujuan utama uji triaksial adalah untuk menentukan kekuatan batuan pada kondisi pembebanan triaksial melalui persamaan kriteria keruntuhan. Kriteria keruntuhan yang sering digunakan dalam pengolahan data uji triaksial adalah criteria Mohr-Coulomb. Hasil pengujian triaksial kemudian diplot kedalam kurva Mohr- Coulomb sehingga dapat ditentukan parameter-parameter kekuatan batuan sebagai berikut :
o   Strength envelope (kurva intrinsik)
o   Kuat geser (Shear strength)
o   Kohesi (C)
o   Sudut geser dalam (φ)
          Sumber :Laboratorium tambang unisba
Foto 5
  Foto Uji Triaxial

Ø  Pengujian Kuat geser ini untuk mengetahui kekuatan batuan terhadap suatu geseran pada tegangan normal tertentu. Dari hasil pengujian kuat geser ini dapat ditentukan :
o   Garis “Coulomb’s shear strength”
o   Nilai kuat geser (shear strength) batuan
o   Sudut geser dalam (ø)
o   Kohesi


            Sumber : Lab. Tambang Geomekanika
Foto 6
  Foto Uji kuat geser

Ø  Point load adalah beban yang terlokalisir ke lokasi tertentu pada struktur. (Meskipun biasanya benar-benar tidak diterapkan pada titik yang tajam) Jenis alternatif dari beban adalah beban terdistribusi, yang merupakan pread seberang area yang luas. Misalnya, berdiri pejalan kaki di jembatan penyeberangan dianggap sebagai beban titik. Salju di jembatan yang sama dianggap beban didistribusikan.Salah satu metoda mengetahui kekuatan batuan apabila diberi kompresi adalah memakai metoda Point load (Uji beban titik). Memakai sistem pembebanan berupa frame pembebanan, pompa hidrolik, dan silinder penekan yang berbentuk konus.

http://www.ame-geolab.com/point%20load.jpg
   Sumber : Lab. Tambang Geomekanika
Foto 7
  Foto Uji poitn load

Ø Uji triaxial UU adalah uji kompresi triaxial dimana tidak diperkenankan perubahan kadar air dalam contoh tanah. Sampel tidak dikonsolidasikan dan air pori tidak teralir pada saat pemberian tegangan geser.
http://203.21.74.29/pdimage/36/s_1826636_triaxialtestset.jpg
Sumber : Lab. Tambang Geomekanika
Foto 8
  Foto Uji Triaxial UU 

Ø  Konsolidasi adalah suatu proses pengecilan volume secara perlahan-lahan pada tanah jenuh sempurna dengan permeabilitas rendah akibat pengaliran scbagian air pori.Dengan kata lain, pengertian konsolidasi adalah proses terperasnya air tanah akibat bekerjanya beban, yang terjadi sebagai fungsi waktu karena kecilnya permeabilitas tanah. Proses ini berlangsung terus sampai kelebihan tekanan air pori yang disebabkan oleh kenaikan tegangan total telah benar-benar hilang. Kasus yang paling sederhana adalah konsolidasi satu dimensi, di mana kondisi regangan lateral nol mutlak ada.Proses konsolidasi dapat diamati dengan pemasangan piezimeter, untuk mencatat perubahan tekanan air pori dengan waktunya. Besarnya penurunan dapat diukur dengan berpedoman pada titik referensi ketinggian pada tempat tertentu   Uji konsolidasi dilakukan pada tanah lempung atau lanau jenuh dengan interpretasi berdasarkan teori terzaghi. Pengujian secara khusus untuk tanah ekspansif dan tanah organik tidak termasuk dalam lingkup pengujian ini.

                                                      Sumber :www.tekmira
Foto 9
  Foto uji konsolidasi


  • Laboratorium Pegujian Kimia Mineral melakukan analisis komposisi kimia bahan baku maupun hasil pengolahan/produk berbagai mineral/bahan galian.Hasil analisis berguna untuk menunjang kegiatan penelitian, kegiatan eksplorasi, dan kegiatan eksploitasi bahan tambang, bahkan sampai kegiatan pemasaran.
       Sumber :www.tekmira
Foto 10
  Foto uji kimia

·         Menyiapkan layanan teknologi analisis komposisi mineral yang meliputi uji mikroskopi, difraksi sinar-X, serta melakukan pengujian sifat - sifat fisika mineral lainnya seperti distribusi ukuran butir, daya serap air/minyak, kapasitas tukar kation dan lain sebagainya.Melakukan identifikasi mineral dengan XRD untuk mengetahui jenis-jenis mineral yang terkandung dalam contoh batuan
     Sumber :www.tekmira
Foto 11
  Foto uji petrologi

  • Melakukan pengujian sifat-sifat fisika bahan baku maupun produk industri mineral seperti berat jenis (true density, bulk density, packing density) porositas, viskositas, brightness/whiteness, distribusi ukuran partikel, kapasitas tukar kation, daya serap terhadap minyak, bleaching power, dan sebagainya.


      Sumber :www.tekmira
Foto 12
  Foto uji fisika







































DAFTAR PUSTAKA


Berta, 2013. ” uji laboratorium batuan “ belajar uji .com. Diakses pada tanggal 1 november  2016 Pukul 17.00WIB.
Saputra, Arman. 2010, “ jenis-jenis uji  lab  “ ,blogger.komunitas pengolahan Diakses pada  09 1 november  2016 Pukul 17.00WIB.





                         














KULIAH TEKNIK PELEDAKAN
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Teknik Peledak  Semester 5 Pada Program Study Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Islam Bandung


Tugas No : 1
BAHAN PELEDAKAN  INDUSTRI
Di buat oleh :
Mochamad Widy Abdul Azis 
10070114056
Tambang A





PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
1438 H / 2016 M







POLA EKSPLORASI BAHAN GALIAN

RESUME
POLA EKSPLORASI BAHAN GALIAN




A.        Pendahuluan
Sampel (conto) merupakan satu bagian yang representatif atau satu bagian dari keseluruhan yang bisa menggambarkan berbagai karakteristik untuk tujuan inspeksi atau menunjukkan bukti-bukti kualitas, dan merupakan sebagian dari populasi stastistik dimana sifat-sifatnya telah dipelajari untuk mendapatkan informasi keseluruhan. Dan dalam proses eksplorasi tahap pengambilan sample sangat di perlukan untuk dapat memudahkan dalam menenukan suatu jenis batuan yang ada. Secara spesifik, contoh dapat dikatakan sebagai sekumpulan material yang dapat mewakili jenis batuan, formasi, atau badan bijih (endapan) dalam arti kualitatif dan kuantitatif dengan pemerian (deskripsi) termasuk lokasi dan komposisi dari batuan, formasi, atau badan bijih (endapan) tersebut. Proses pengambilan contoh tersebut disebut sampling (pemercontoan).
Secara umum genesa bahan galian mencakup aspek-aspek keterdapatan, proses pembentukan, komposisi, model (bentuk, ukuran, dimensi), kedudukan, dan faktor-faktor pengendali pengendapan bahan galian (geologic controls). Tujuan utama mempelajari genesa suatu endapan bahan galian adalah sebagai pegangan dalam menemukan dan mencari endapan-endapan baru, mengungkapkan sifat-sifat fisik dan kimia endapan bahan galian, membantu dalam penentuan (penyusunan) model eksplorasi yang akan diterapkan, serta membantu dalam penentuan metoda penambangan dan pengolahan bahan galian tersebut.
Hubungan antara genesa endapan mineral (bahan galian) dengan beberapa ilmu yang ada pada industri mineralEndapan-endapan mineral yang muncul sesuai dengan bentuk asalnya disebut dengan endapan primer (hypogen). Jika mineral-mineral primer telah terubah melalui pelapukan atau proses-proses luar (superficial processes) disebut dengan endapan sekunder (supergen). Dalam Pemilihan metode sampling dan jumlah contoh yang akan diambil tergantung pada beberapa faktor, antara lain :
1.    Tipe endapan, pola penyebaran, serta ukuran endapan.
2.    Tahapan pekerjaan dan prosedur evaluasi,
3.    Lokasi pengambilan contoh (pada zona mineralisasi, alterasi, atau barren),
4.    Kedalaman pengambilan contoh, yang berhubungan dengan letak dan kondisi batuan induk.
5.    Anggaran untuk sampling dan nilai dari bijih.

B.        Endapan Berbentuk Urat
1.    Komponen mineral atau logam tidak tersebar merata pada badan urat.
2.    Mineral bijih dapat berupa kristal-kristal yang kasar sehingga diperlukan sample dengan volume yang besar agar representatif.
3.    Kebanyakan urat mempunyai lebar yang sempit (jika dibandingkan dengan bukaan stope) sehingga rentan dengan dilution.
4.    Kebanyakan urat berasosiasi dengan sesar, pengisi rekahan, dan zona geser (regangan), sehingga pada kondisi ini memungkinkan terjadinya efek dilution pada batuan samping, sehingga batuan samping perlu dilakukan sampling.
5.    Perbedaan assay (kadar) antara urat dan batuan samping pada umumnya tajam, berhubungan dengan kontak dengan batuan samping, impregnasi pada batuan samping, serta pola urat yang menjari (bercabang), sehingga dalam sampling perlu dicari dan ditentukan batas vein yang jelas.
6.    Fluktuasi ketebalan urat sulit diprediksi, dan mempunyai rentang yang terbatas, serta mempunyai kadar yang sangat erratic (acak/tidak beraturan) dan sulit diprediksi, sehingga diperlukan sampling dengan interval yang rapat.
7.    Kebanyakan urat relatif keras dan bersifat brittle, sehingga cukup sulit untuk mencegah terjadinya bias akibat variabel kuantitas per unit panjang sulit dikontrol.
8.    Sampling lanjutan kadang-kadang terbatas terhadap jarak (interval), karena pada umumnya harus dilanjutkan melalui pemboran inti.
Dari sifat fisik yang di miliki oleh endapan yang memiliki bentuk urat maka suatu pola pengambilan sampling yang paling tepat adalah dengan menggunakan pola chip, 
Chip sampling Chip sampling adalah salah satu metode sampling dengan cara mengumpulkan pecahan batuan (rock chip) yang dipecahkan melalui suatu jalur (dengan lebar  15 cm) yang memotong zona mineralisasi dengan menggunakan palu atau pahat. Jalur sampling tersebut biasanya bidang horizontal dan pecahan-pecahan batuan tersebut dikumpulkan dalam suatu kantong conto. Kadang-kadang pengambilan ukuran conto yang seragam (baik ukuran butir, jumlah, maupun interval) cukup sulit, terutama pada urat-urat yang keras dan brittle (seperti urat kuarsa), sehingga dapat menimbulkan kesalahan seperti oversampling (salting) jika ukuran fragmen dengan kadar tinggi relatif lebih banyak daripada fragmen yang low grade.

              Sumber :www.mineralogi
Gambar 1
  Gambar  Metode chanel
Dalam melakukan chip sampling harus menggunakan prosedur yang baik dan benar seperti :
1. tajam stainless steel cat scraper.
2. pakai tisu untuk membersihkan cat scraper.
3. Penggunaan  sarung tangan saat mengambil sample dan di masukan dalam  kontainer (seperti tabung polypropylene centrifuge non-steril 50 ml)
4. jika batuan keras harus dikupas yang dapat dibilas kuantitatif untuk sampel chip cat jika hasilnya harus dilaporkan dalam mg / cm2 . Zip-jenis Baggies sealable dapat digunakan hanya jika hasilnya harus dilaporkan dalam ug / g atau persen berat. perangkat
5.   penggunaan  Plastik kantong sample .

C.        Pada endapan stratiform
            Endapan stratiform disini termasuk endapan-endapan logam dasar yang terendapkan selaras/sejajar dengan bidang perlapisan satuan litologi (litofasies), dimana mineral bijih secara lateral dikontrol oleh bidang perlapisan atau bentuk-bentuk sedimen yang lain (sedimentary hosted). Karakteristik umum tipe endapan ini yang berhubungan dengan metode sampling antara lain :
1.    Mempuyai ketebalan yang cukup besar.
2.    Mempunyai penyebaran lateral yang cukup luas.
3.    Kadang-kadang diganggu oleh struktur geologi atau tektonik yang kuat, sehingga dapat menimbulkan masalah dalam sampling.
4.    Arah kecenderungan kadar relatif seragam dan dapat diprediksi, namun kadang-kadang dapat terganggu oleh adanya remobilisasi, metamorfisme, atau berbentuk urat.
5.    Perubahan-perubahan gradual atau sistematis dalam kadar harus diikuti oleh perubahan dalam interval sampling.
6.    Dalam beberapa kondisi mungkin terdapat mineralisasi yang berbutir halus dan kemudian berpengaruh pada besar volume material yang dilakukan sampling.
7.    Pada tipe hosted by meta-sediment, perlu diperhatikan variabel ukuran conto akibat perubahan ukuran, kekerasan batuan, atau nugget effect.
8.    Setempat dapat terjadi perubahan kadar yang moderat dan dapat menyebabkan kesalahan pada sampling yang signifikan.
9.    Cut off  kadar dapat gradasional (tidak konstan).
Dari sifat fisik yang di miliki oleh endapan yang memiliki bentuk urat maka suatu pola pengambilan sampling yang paling tepat adalah dengan menggunakan pola Channel sampling adalah suatu metode (cara) pengambilan conto dengan membuat alur (channel) sepanjang permukaan yang memperlihatkan jejak bijih (mineralisasi). Alur tersebut dibuat secara teratur dan seragam (lebar 3-10 cm, kedalaman 3-5 cm) secara horizontal, vertikal, atau tegak lurus kemiringan lapisan
http://densowestliferz.files.wordpress.com/2011/11/sampling1.jpg?w=640
                               Sumber :www.mineralogi
Gambar 2
  Gambar  Metode chanel
            cara atau pendekatan yang dapat dilakukan dalam mengumpulkan fragmen-fragmen batuan dalam satu conto atau melakukan pengelompokan conto (sub-channel) yang tergantung pada tipe (pola) mineralisasi, antara lain :
 1. Membagi panjang channel dalam interval-interval yang seragam, yang diakibatkan oleh variasi (distribusi) zona bijih relatif lebar. Contohnya pada pembuatan channel dalam sumur uji pada endapan laterit atau residual.
2. Membagi panjang channel dalam interval-interval tertentu yang diakibatkan oleh variasi (distribusi) zona mineralisasi.
 3. Untuk kemudahan, dimungkinkan penggabungan sub-channel dalam satu analisis kadar atau dibuat komposit.
4. Pada batubara atau endapan berlapis, dapat diambil channel sampling per tebal seam (lapisan) atau ply per ply (jika terdapat sisipan pengotor

D.        Endapan Sedimen
Pada tipe endapan ini, termasuk endapan batubara, ironstones, potash, gipsum, dan garam, yang mempunyai karakteristik :
  1. Mempuyai kontak yang jelas dengan batuan samping.
  2. Mempunyai fluktuasi perubahan indikator kualitas yang bersifat gradual.
  3. Sampling sering dikontrol oleh keberadaan sisipan atau parting dalam batubara, sehingga interval sampling lebih bersifat ply per ply.
  4. Perubahan (variasi) ketebalan lapisan yang cenderung gradual, sehingga anomali-anomali yang ditemukan dapat diprediksi lebih awal (washout, sesar, perlipatan, dll.), sehingga pola dan kerapatan sampling disesuaikan dengan variasi yang ada.
  5. Rekomendasi pola sampling (strategi sampling) adalah dengan interval teratur secara vertikal, bed by bed (atau ply by ply), atau jika relatif homogen dapat dilakukan secara komposit
Dari sifat fisik yang di miliki oleh endapan yang memiliki bentuk perlapisan maka suatu pola pengambilan sampling yang paling tepat adalah dengan menggunakan pola Channel sampling adalah suatu metode (cara) pengambilan conto dengan membuat alur (channel) sepanjang permukaan yang memperlihatkan jejak bijih (mineralisasi). Alur tersebut dibuat secara teratur dan seragam (lebar 3-10 cm, kedalaman 3-5 cm) secara horizontal, vertikal, atau tegak lurus kemiringan lapisan
Metode pemboran cara atau pendekatan yang dapat dilakukan dalam mengumpulkan fragmen-fragmen batuan dalam satu conto atau melakukan pengelompokan conto (sub-channel) yang tergantung pada tipe (pola) mineralisasi, antara lain :
 1. Membagi panjang channel dalam interval-interval yang seragam, yang diakibatkan oleh variasi (distribusi) zona bijih relatif lebar. Contohnya pada pembuatan channel dalam sumur uji pada endapan laterit atau residual.
2. Membagi panjang channel dalam interval-interval tertentu yang diakibatkan oleh variasi (distribusi) zona mineralisasi.
 3. Untuk kemudahan, dimungkinkan penggabungan sub-channel dalam satu analisis kadar atau dibuat komposit.
4. Pada batubara atau endapan berlapis, dapat diambil channel sampling per tebal seam (lapisan) atau ply per ply (jika terdapat sisipan pengotor
   Dan bisa juga menggunakan metode sampling
Perkerjaan pengambilan contoh batuan dengan pemboran ini dapat dibagi menjadi dua berdasarkan tenaga penggerak dari bornya, yaitu metode pemboran tangan (hand auger) dan metode pemboran mesin (core drilling). Cara pemboran tangan sangat cocok untuk endapan bahan galian yang tidak terlalu kompak dan terletak dangkal, misalnya endapan alluvial pasir di Cilacap. Jarak antara satu pemboran dengan pemboran lainnya tergantung keadaan, sedangkan harga rata-ratanya makin baik jika pemboran makin rapat.
Sebaliknya, dalam pengambilan contoh batuan dengan bor mesin supaya diperhatikan faktor-faktor di bawah ini : 
·      Keadaan medan,dimana untuk keadaan medan yang berbukit-bukit, sebaiknya digunakan mesin bor yang ringan atau yang dapat dilepas-lepas untuk memudahkan pembawaan.
·      Kedalaman endapan, dimana untuk endapan yang cukup dangkal cukup dipakai bor tangan, sedangkan yang dalam digunakan bor mesin.
·      Sifat-sifat fisik batuan.
·      Sumber air.
·      Keadaan peralatan seperi keadaan pahat, stang bor, pipa casing, dan sebagainya.
Pada pemboran inti, contoh batuan yang terambil dapat berupa inti dan sludge yang masing-masing diletakkan dalam core box untuk inti dan sludge box untuk sludge. Sludgeadalah hasil gesekan pahat dengan batuan yang kemudian diangkat oleh air pembilas, karena itu sludge akan berupa lumpur.
              Sumber :www.mineralogi
Gambar 2
  Gambar  Metode Pemboran

E.        Endapan Porfiri
Karakteristik umum dari tipe endapan ini yang perlu diperhatikan adalah :
  1. Mempuyai dimensi yang besar, sehingga sampling lebih diprioritaskan dengan pemboran inti (diamond atau percussion).
  2. Umumnya berbentuk non-tabular, umumnya mempunyai kadar yang rendah dan bersifat erratic, sehingga kadang-kadang dibutuhkan conto dalam jumlah (volume) yang besar, sehingga kadang-kadang dilakukan sampling melalui winze percobaan, adit eksplorasi, dan paritan.
  3. Zona-zona mineralisasi mempunyai pola dan variabilitas yang beragam, seperti tipe disseminated, stockwork, vein, atau fissure, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dalam pemilihan metode sampling.
  4. Keberadaan zona-zona pelindian atau oksidasi, zona pengkayaan supergen, dan zona hipogen, juga perlu mendapat perhatian khusus.
  5. Mineralisasi dengan kadar hipogen yang relatif tinggi sering terkonsentrasi sepanjang sistem kekar sehingga penentuan orientasi sampling dan pemboran perlu diperhatikan dengan seksama.
  6. Zonasi-zonasi internal (alterasi batuan samping) harus selalu diperhatikan dan direkam sepanjang proses sampling.
  7. Variasi dari kerapatan pola kekar akan mempengaruhi kekuatan batuan, sehingga interval (kerapatan) sampling akan sangat membantu dalam informasi fragmentasi batuan nantinya.